09
Jul
09

The Beauty of Bromo Mountain

Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Dan hal itulah yang mendasari niat saya dan Bro Budi (033) untuk menjelajahi Gunung Bromo.

Hari Ke 1 (22 Mei 2009-23 Mei 2009)

Setelah melakukan aktivitas pada siang harinya, kamipun sepakat untuk menjadikan Kios Bikers sebagai Meeting Point. Fisik dan mentalpun kami persiapkan demi kelancaran pada saat perjalanan. Jalur Selatanlah kami jadikan sasaran pijakan roda, karena kami hendak mampir di Yogyakarta terlebih dahulu. Setelah mendengarkan saran-saran dari bro-bro Spider Community, kamipun menuju JAR Depok untuk berpamitan dengan teman-teman dari Pulsar Owner (Power) Depok.

Tepat pukul 21.45 kami pergi meninggalkan Kota Depok untuk menuju Cibubur-Jonggol. Padahal teman-teman kami sudah memperingatkan untuk tidak melewati Jonggol pada malam hari karena daerah tersebut terbilang cukup rawan. Tapi kami juga tidak mau lewat jalur Bogor-Puncak karena arus lalu lintas pada malam itu cukup padat. Jalur Jonggol pun dilewati dengan sangat hati-hati. Tanah longsor, pasir basah, kubangan air, hutan, dan banyak lagi hal lain yang dilewati. Alhamdulillah, jam 23.00 WIB kami berhasil keluar dari Jonggol.

Melibas track Bandung-Malangbong-Garut-Tasik-Ciamis hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB. Karena lelah beraktifitas pada siang harinya, kamipun memutuskan untuk beristirahat di SPBU Ciamis depan Aladdin Mini Market. Adzan Subuh mulai menggema di udara. Kami tergugah untuk melaksanakan kewajiban. Melakukan olahraga ringan seperti lari-lari kecil sangat baik untuk menjaga vitalitas tubuh. Setelah sarapan nasi uduk, kami melanjutkan perjalanan pada pukul 06.30 WIB melewati Kota Banjar-Majenang-Wangon. Sesampainya di Bumiayu, kami disuguhkan Es Dawet Ayu Asli yang cukup untuk melegakan dahaga.

Perjalananpun dilanjutkan. Cuaca siang itu cukup panas, kisaran 38º C. Tanpa terasa, kami sudah memasuki Purworejo pada pukul 12.00 WIB. Makan nasi padang, lalu ngegas lagi sampai Wates tepat pukul 13.20. Setelah itu kami mencuci motor dulu di Wates kota, tarifnya ga jauh beda sama di Jakarta yaitu Rp 10.000,-. Kami memutuskan untuk bermalam di rumah kakek saya di Desa Kedungrejo, Kulon Progo, Wates.

Rute : Depok – Cibubur – Jonggol – Cariu – Cianjur – Padalarang – Cimahi – Cibiru –Rancaekek – Cicalengka – Blubur Limbangan – Malangbong – Pagerageung – Ciawi – Rajapolah (Tasik) – Cikoneng – Ciamis – Banjar – Wanareja – Majenang – Karang Pucung –Jatilawang – Rawalo – Sumpiuh – Tambak – Gombong – Karanganyar – Kebumen – Kutoarjo – Bayan – Purworejo – Banyu Urip – Bagelen – Temon – Wates.

Jarak                             : 586.3 km

Lama Istirahat          : Total 4-5 jam

Lama Perjalanan      : 21.45 WIB – 13.20 WIB = 15 jam 30 menit

Bahan bakar               : 14.44 liter

Hari Ke 2 (24 Mei 2009)

Pagi yang indah mengawali hari ini. Benar-benar suasana yang menciptakan semangat untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Setelah melakukan beberapa persiapan dan tak lupa sarapan pagi, kami berpamitan dengan Si Mbah. Baru beberapa meter meninggalkan rumah, tiba-tiba motor saya mogok. Ternyata tangki saya banyak terisi air. Jadi, tangki yang berkapasitas 20 liter tersebut harus selalu terisi penuh karena kalau tersisa 3 strip (± 7 liter)  aja motor bisa mogok di jalan.

Setelah Si Setan Merah normal lagi, kami melanjutkan perjalanan. Selama beberapa jam membetot tali gas, kami break Dzuhur di Kertosono, Nganjuk sambil nyobain Soto Babat Campur. Entah kenapa, makanan di Jawa tuh enak banget. Pokoknya beda sama Jakarta deh.

Perut kenyang, ibadahpun sudah terlaksana, kami ngaspal lagi. Dan uniknya, kami 2 kali terkecoh petunjuk arah jalan. Yang pertama di Mojosari. Petunjuknya putar balik lurus ke kiri menunjukkan kea rah yang kami tuju, yaitu Purwosari-Purwodadi. Ternyata petunjuk tersebut mengarah ke Pasuruan-Ketapang. Lalu yang kedua tidak jauh dari situ, ada petunjuk jalan yang arahnya ke kiri ke Gempol, Pasuruan ke kanan ke arah Malang. Tujuan kami mencari daerah Gempol, berarti belok kiri dong? Kami belok ke kanan, tapi anehnya begitu kami tanya sama penduduk setempat, ternyata kami berada di jalur yang tepat. Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di penjual roti bakery di Gempol.

Saya menelepon Pak H. Agus (Power Bogor) untuk mencari informasi tentang track yang akan kami lewati. Setelah mendapat wejangan dari Pak Haji, tiba-tiba beliau menginformasikan bahwa Bro Hendra (Power 024) mengalami kecelakaan di Sentul. Sontak hal tersebut membuat kami panik. Ya, malam hari Sabtu memang ada 7 orang anggota Power Depok yang jalan-jalan ke Bandung. Saya langsung menghubungi Bro Surya (Power 028) untuk mengetahui kronologi kecelakaan tersebut. Ternyata Bro Tyo (Power 008) dan Bro Hendra pulang lebih awal karena Bro Hendra ada urusan keluarga.

Mereka lewat track Cianjur-Puncak-Sentul. Saat di Sentul mereka melewati salah satu anggota Mailing List Yamaha Scorpio (MILYS). Dengan lebar jalan yang hanya ± 3 m, mereka melibas tikungan dengan kecepatan 70-80 km/jam. Di depan tiba-tiba melintas mobil Nissan Serena. Akhirnya kecelakaanpun tak bisa terhindarkan. Bro Hendra menghantam bagian kanan depan mobil tersebut. Alhamdulillah, beliau tangannya “cuma” terkilir dan bekas luka patah di kakinya berdarah. Dengan kekuatan yang tersisa, beliau meluncur ke rumah Bro Budi (Power 007) untuk meminta pertolongan. Ternyata Uncle Sam (Power Bogor) berinisiatif untuk mencari Bro Hendra dengan menggunakan mobil Storing menelusuri Sentul. Tapi ngga ketemu. Sesampainya di rumah Bro Budi, Bro Hendra langsung dilarikan ke H. Agus di Sukabumi untuk mendapat perawatan intensif. Alhamdulillah, beliau tidak mengalami cedera serius.

Kembali lagi ke Bromo. Kami melanjutkan perjalanan menuju Bromo melalui Desa Purwosari-Nongkojajar. Tracknya sangat menantang, tikungan-tikungan maut disuguhkan disana. Sayangnya ketika naik ke atas, kami mendapat track basah berpasir, kabut juga mulai turun, jadi harus ekstra hati-hati. Akhirnya sampai juga kami di Desa Tosari, Puncak Gunung Bromo. Baru aja parker motor, kami langsung ditawari penginapan. Villa Bromo Roro Anteng milik Ibu Kayah yang kami pilih sebagai tempat singgah. Tarifnya murah banget, cuma Rp 70.000 / malam.

Jarak                             : 440.9 km

Lama Istirahat          : Total 2 jam

Lama Perjalanan      : 08.00 WIB – 17.40 WIB = 9 jam 40 menit

Bahan bakar               : Belum isi bensin lagi dari Yogya

To Be Continue…

-027-

06
Jul
09

BERITA DUKA CITA

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un”

Kami seluruh Pengurus dan Anggota Pulsar Owner Indonesia

Turut berduka cita atas wafatnya

“BAMBANG SUHENDRO (68 tahun)”

(Kakanda dari Mami Desi Power Bekasi)

Pada hari Minggu, tanggal 05 Juli 2008 Jam 14.00  WIBB

di Jakarta

Semoga Almarhumah diampuni dosanya dan diberikan tempat

yang layak di sisi Allah Swt.

Dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan

dan kekuatan iman, lahir dan bathin. Amin.

08
Apr
09

PELANTIKAN POWER DEPOK ANGKATAN KE-3

Pagi itu, Sabtu 28 Maret 2008, hari terasa begitu indah. Sinar matahari yang cerah menghangatkan tubuh kami, sehingga membuat kami lebih bersemangat dalam menyelenggarakan acara Pelantikan Power Depok Angkatan Ke-3 yang akan diadakan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

 

Persiapan

 

Tepat pukul 06.30 WIBB, JAR Depok sudah mulai ramai dikunjungi para personil Power Depok. Satu demi satu para raja tikungan asal Perguruan Power Depok mulai berdatangan. Adapun nama-nama peserta touring kali ini adalah sebagai berikut :

1.         Bro Fergie (006)

2.         Bro Budi (007)

3.         Bro Tyo (008)

4.         Bro Aldy (011)

5.         Bro Boim (015)

6.         Bro Tom (021)

7.         Bro Rudiyanto & Istri (023)

8.         Bro Aan & Ana (025)

9.         Bro Agus (027)

10.     Bro Surya (028)

11.     Bro Wawan (031)

12.     Bro Andy (032)

13.     Bro Budi Wingrack (033)

14.     Bro Bagus & Boncenger (Prospek Lantik)

15.     Bro Anwar (Prospek Lantik)

16.     Bro Sadly (Prospek Lantik)

17.     Bro Atma & Boncenger (Prospek Lantik)

 

Perjalanan kali ini minus Bro Haris & Vebzty (027) karena yang bersangkutan bertugas untuk mengawal Spider Community yang kebetulan mengadakan acara touring ke arah Pel. Ratu.

 

Setelah selesai mengisi perut dengan makanan ringan, Briefing pun dimulai pada pukul 07.15. Kami menjelaskan sedikit gambaran tentang tujuan touring kali ini beserta dengan rute yang harus dilewati. Setelah itu kami berdoa untuk kelancaran pada saat perjalanan pulang dan pergi. Kemudian kami melakukan beberapa persiapan, lalu berangkat tepat pada pukul 08.00.

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan

 

Melewati rute KSU Depok II-Pemda Cibinong-Bogor-Sukabumi, masing-masing personil dengan mantap melibas tikungan demi tikungan dengan kecepatan standar yaitu 80 km/jam. Sampailah kami di Check Point I yaitu Pompa Bensin Cikidang pada pukul 10.00. Setelah menghisap beberapa batang rokok kurang lebih 30 menit, para personil mulai kehabisan kesabaran untuk segera melibas track Cikidang. Ya memang ada sedikit ambisi dari beberapa personil yang ingin memecahkan rekor Cikidang-Pel. Ratu yang dicatat oleh Bro Boim (015) yaitu 28 menit. Tapi ambisi itu segera kami hapus karena event kali ini adalah touring, bukan balapan.

 

Akhirnya pada pukul 10.40 kami pun memanaskan mesin kembali, lalu melanjutkan perjalanan ke Pel. Ratu via Cikidang. Tikungan-tikungan maut kami lewati dengan meyakinkan dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Alhasil, tepat pukul 11.25 kami sudah sampai di rumah si Neng (gebetannya Bro Boim red.) yang menyediakan penginapan untuk kami. Puji syukur kepada Allah swt, karena telah memberikan kelancaran selama perjalanan kami sehingga kami hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk menempuh perjalanan Depok-Pel. Ratu. Setelah makan siang, kamipun beristirahat di villa yang memiliki fasilitas 5 kamar ini.

 

Setelah beristirahat, tiba-tiba Bro Haris & Vebsty (027) datang pada pukul 15.30. Kamipun menyambutnya dengan segelas cendol dang es kelapa muda. Setelah selesai bertegur sapa dengan Bro Haris, kami berkeliling area Pel. Ratu untuk mencari lokasi pelantikan yang ideal.

 

Ya, kami sepakat untuk memberikan beberapa ujian bagi para peserta pelantikan yang terdiri dari Bro Bagus, Bro Anwar, Bro Sadly dan Bro Atma. Kriteria penilaian terdiri dari Performance, Attitude, Skill & Knowledge.

 

Jalannya Pelantikan

 

Malam itu pukul 19.00, panitia melakukan Briefing mengenai teknis pelantikan dan mengumpulkan semua syarat-syarat yang harus dibawa oleh peserta. Setelah Adzan Isya, kami sholat Isya secara bergantian, setelah itu bersiap siap melaksanakan pelantikan. Panitia segera mengambil posisi di Pos-pos yang telah ditentukan yaitu :

·          Pos I               : Bro Aldy dan Bro Aan

·          Pos II              : Bro Boim dan Bro Agus

·          Pos III             : Bro Tyo dan Bro Surya

·          Pos Bayangan  : Bro Haris dan Bro Tom

·          Pos IV             : Bro Fergie dan Bro Budi

·          Officer            : Bro Rudiyanto, Bro Budi Wingrack, Bro Andy dan Bro Wawan

Jam 20.00 satu persatu peserta berangkat dari villa menuju Pos-pos Pelantikan, belum sampai 5 menit tiba-tiba listrik padam. Para panitia pun makin senang dengan suasana seperti ini. Dibawah guyuran hujan, peserta diwajibkan melewati jalan gelap yang sepi. Diawali dengan Bro Atma-Bro Anwar-Bro Sadly dan yang terakhir Bro Bagus.

 

Setelah melewati pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia, peserta pun kembali ke villa untuk berganti kostum. Karena perut kami sudah tidak bisa menahan lapar lagi, kami memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu.

 

Selesai makan, waktu menunjukkan pukul 00.00. Sesuai rencana panitia, peserta diminta untuk berbaris di pantai. Ada banyak saran dan kritik yang dilontarkan oleh panitia kepada para peserta. Tapi semua itu bertujuan untuk membentuk pribadi yang kuat. Panitiapun berunding untuk memutuskan apakah para peserta layak untuk bergabung di Power Depok. Alhasil, keempat peserta dinyatakan lulus dalam Pelantikan Power Depok Angkatan Ke-3 ini. Adapun susunan no. Registrasi untuk anggota baru adalah sebagai berikut :

·          Bro Bagus (036)

·          Bro Anwar (037)

·          Bro Sadly (038)

·          Bro Atma (039)

 

Kamipun berpelukan dan saling meminta maaf satu sama lain apabila ada kesalahan yang telah kami lakukan. Setelah selesai, beberapa orang dari kami memutuskan untuk beristirahat. Tiba-tiba pukul 01.00, Bro Erwin & Angel (Sniper Pulsar 020) datang. Kamipun bertegur sapa sampai pukul 04.00, lalu kami beristirahat.

 

Baru 2 jam beristirahat, sang fajar sudah memancarkan sinarnya. Estela mengisi perut dengan bubur ayam, kami pergi ke pemandian air Cipanas yang terletak kurang lebih 3 km dari Villa. Disana kami menikmati siraman air panas yang memancar dari batu-batu alam. Setelah puas, kami kembali ke Villa untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta. Setelah selesai makan siang, kamipun berpisah karena ada beberapa orang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bayah. 11 Brothers ke Bayah, 7 Brothers pulang ke Jakarta.

 

Tragedi Bayah

 

Siang itu tepat jam 12.30, 11 Brothers yang terdiri dari Bro Budi Wingrack Bro Erwin, Bro Haris, Bro Tyo, Bro Boim, Bro Fergie, Bro Anwar, Bro Aldy, Bro Aan, Bro Atma dan Bro Sadly melanjutkan perjalanan ke Bayah. Tempat tujuan kami hádala air terjun Curul Kanteuh yang terdapat di daerah Cihideung, 15 km sebelum Bayah.

 

Baru saja memulai perjalanan, kamu langsung dihadapkan pada tikungan-tikungan maut yang sangat memacu adrenalin. Track-nya super mulus sehingga membuat kami semakin yakin dalam melibas tikungan. Ya, Bro Budi Wingrack ingat betul saat melibas tikungan dengan kecepatan 100 km/jam. Itulah salah satu kelebihan dari Power Depok, tiap-tiap anggota kami dididik untuk dapat melibas tikungan dengan teknik yang baik dan benar. Tanpa disadari, cuaca yang tadinya sangat menyengat kulit tiba-tiba berubah menjadi hujan. Kami berhenti sejenak untuk memakai jas hujan. Setelah beberapa saat, hujanpun reda. Kamipun makin bersemangat dalam melibas Track yang kondisinya saat itu cukup lembab. Suhu yang tepat untuk ban.

 

 

 

Saat Bro Haris sedang asyik-asyiknya berada di posisi ke-3, tiba-tiba Bro Boim dan Bro Anwar melewatinya dengan kecepatan yang sangat tinggi, 120 km/jam. Bro Haris sempat khawatir dengan Bro Anwar yang kondisinya masih minim pengalaman. Belum saatnya untuk Bro Anwar mengikuti Bro Boim yang sudah banyak makan asam garam. Dan benar saja, di tikungan pertama, Bro Anwar sedikit melebar, tapi masih bisa ditangani. Setelah bebrapa tikungan, Bro Anwar melebar lagi hingga hampir menabrak tumpukan kayu di sebelah kanan jalan, tapi sekali lagi ia beruntung. Lalu di beberapa tikungan kedepan, tepatnya tikungan ke kiri, Bro Anwar melibas tikungan dengan kecepatan 110 km/jam. Dan hal yang sejak tadi dikhawatirkan oleh Bro Haris kali ini benar-benar terjadi. Ya, Bro Anwar tersungkur di hutan karet 5 km sebelum Bayah. Kamipun segera menolongnya, dan Alhamdulillah tidak ada satupun luka yang kami temukan didalam tubuh Bro Anwar, benar-benar suatu keajaiban.

 

Setelah mengangkat motor, kami segera mencari bantuan untuk mengangkut motor kembali ke Jakarta. Dan beruntung, Bro Haris kenal dengan salah satu penduduk disana, namaya Pak Tirta. Dengan segera kami meminta bantuan untuk mencarikan kami 1 unit mobil bak terbuka. 30 menit kemudian, mobil itupun datang. Setelah selesai mengangkut motor ke atas mobil, kamipun segera bergegas untuk kembali pulang ke Jakarta. Tiba-tiba di Cikidang salah satu anggota Spider Community yaitu Bro Suhanda mengalami trouble pada Gear dan Velgnya. Sehingga motornya harus diangkut dengan mobil. Setelah selesai bertegur sapa dengan Brothers dari Spider Community, kamipun melanjutkan perjalanan.

 

Dalam Touring kali ini, Power Depok mendapat banyak pelajaran tentang pentingnya pengendalian diri. Ya, ini adalh pekerjaan rumah yang sangat besar untuk kami. Mudah-mudahan mental kami semakin matang dalam menjalani Touring berikutnya. Thank’s To All Brothers, Let’s Keep This Unlimited Brotherhood.

 

Prepared by,

  

      027

26
Mar
09

Bajaj XCD 135cc dalam gambar

-----
--

bajaj_xcd135_2-bajaj_xcd135_3

bajaj_xcd135_1-bajaj_xcd135_15

source :

http://www.vicky.in/straightfrmtheheart/bajaj-xcd-135cc-test-drive/

http://bikezzz.blogspot.com/2008/07/pic-new-bajaj-discover-135cc-altered.html

18
Mar
09

POWER DEPOK TRACKING TO CIKIDANG – UJUNG GENTENG – PELABUHAN RATU

Para personil Power Depok beraksi lagi, kali ini track Cikidang – Ujung Genteng – Pel. Ratu yang menjadi sasaran kebuasan 7 petualang asal Depok dalam melibas tikungan-tikungan maut. Sebenarnya event Touring kali ini hanya untuk survey villa di Pel. Ratu, tapi gara-gara rayuan Bro Haris untuk ngeliat penyu, jadinya dibelokin dikit deh ke Ujung Genteng.
Adalah Bro Hendra, Bro Budi Wingrack, Bro Boim, Bro Tyo, Bro Bagus, Bro Haris dan Bro Surya yang bersedia untuk pergi survey ke Pel. Ratu. Awalnya Bro-Bro dari Raptor dan Sniper Pulsar mau gabung, tapi berhubung mereka ada keperluan lain, ya jadi batal deh Touring bareng mereka.
Raja-raja tikungan sepakat untuk menjadikan Kios Bikers sebagai Meeting Point pada tanggal 7 Maret 2009 jam 19.30. Setelah melakukan beberapa ritual yaitu Briefing dan Doa untuk kelancaran pada saat perjalanan, tepat pukul 20.30 kami langsung menuju ke arah Grand Depok City kemudian melewati Pemda Cibinong-Bogor. Sesampainya di Bogor, kami bertemu dengan rombongan Gartic yang terdiri dari 5 orang yang dipimpin oleh Bro Bowo. Mereka juga berniat ke arah Ujung Genteng. Jadinya, kita bareng mereka deh.
Dipimpin oleh Bro Bowo Gartic, rombongan meneruskan perjalanan ke arah Sukabumi. Setelah mengalami beberapa keterlambatan karena ada teman-teman yang mengalami trouble seperti ban bocor, lalu komstir Bro Tyo tiba-tiba menjadi keras, akhirnya sampai juga di pintu Cikidang, kami masih menunggu kedatangan Bro Boim yang menyusul karena harus mengantar temannya ke daerah Cicurug. Akhirnya Gartic sepakat untuk berangkat duluan, kemudian kita janjian untuk bertemu di kota Pel. Ratu.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.30 tapi Bro Boim belum juga menampakkan batang hidungnya. Tiba-tiba 15 menit kemudian terdengar suara sirene dan lampu strobo, ternyata makhluk yang sejak tadi kita tunggu-tunggu datang juga. Langsung kita berdoa lagi karena cerita punya cerita, track Cikidang-Ujung Genteng cukup terkenal dengan mistisnya lho.
Setelah berdoa, tepat pukul 00.00 kami tarik tali gas kami melibas track Cikidang. Tikungan demi tikungan kami libas dengan penuh konsentrasi. Alhasil kami hanya butuh waktu 35 menit untuk sampai di Pel. Ratu dan bergabung lagi dengan Gartic. Setelah 30 menit meminum segelas kopi dan menikmati beberapa batang rokok, kami meneruskan perjalanan ke Ujung Genteng yang dipimpin oleh Bro Boim. Baru aja berangkat, eeeeehhh langsung ketemu tikungan, ya akhirnya kita betot lagi tali gas sekenceng-kencengnya. Kiri kanan, kulibas saja. Kata orang, butuh waktu sampai 4 jam dari Pel. Ratu ke Ujung Genteng, tapi alhamdulillah kami diberikan kelancaran sehingga kami hanya butuh waktu 2 jam untuk melibas track tersebut. Akhirnya tepat pukul 03.30 kami sampai di lokasi, setelah makan malam kami memutuskan untuk istirahat di pinggir pantai.
Ayam jantan mulai berkokok, pertanda pagi telah tiba. Tim lalu bersiap-siap untuk pergi ke tempat penangkaran penyu, letaknya kira-kira 4 km dr lokasi istirahat. Setelah melalui medan jalan yang tergolong off road, akhirnya sampai juga di tempat penangkaran penyu. Tapi sayangnya, disana lagi ngga ada penyu, kata Pak Asep salah seorang pengelola penyu, “kalo mo liat penyu mah malem atuh jang”. Tapi gapapa lah, toh kita dapet pemandangan yang indah banget disana.
Lanjutkan membaca ‘POWER DEPOK TRACKING TO CIKIDANG – UJUNG GENTENG – PELABUHAN RATU’

05
Mar
09

TOURING LAGI

24
Feb
09

XCD125 Catat Rekor MURI

OTOMOTIFNET – Mampu membuktikan sebagai motor sport paling irit di Indonesia, MuseumOTOMOTIFNET – Mampu membuktikan sebagai motor sport paling irit di Indonesia, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diwakili langsung oleh Jaya Suprana selaku ketua langsung memberikan piagam penghargaan kepada BAI pada acara pemecahan rekor MURI. Acara yang berlangsung di sirkuit internasional Sentul pada Selasa (17/02) itu, ternyata menjadi pembuktian bahwa Bajaj juga tidak kalah handal dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan. Piagam yang diberikan terkait dengan pemecahan rekor motorsport paling irit yaitu 1 liter berbanding 94 km, bahkan mampu mencatat rekor baru dengan 1 liter berbanding 104 km di sesi kedua yaitu sesi untuk konsumen. Dan ini dinyatakan sebagai motor sport paling irit yang pernah ada di dunia. “Kami sungguh surprize dengan hal ini. Kami sangat tidak menyangka bahwa motor tersebut mampu membukukan catatan seperti itu. Yang jelas kami sangat senang ternyata hasil tes ril dari ATPM mampu dilampaui dengan pencapaian 104 km hanya dengan 500 milliliter premium,” ujar Lim Sang Hong selaku Regional Sales Manager BAI saat menghadiri langsung acara tersebut. Jaya Suprana yang memberikan piagam tersebut pun menganggap bahwa pencapaian yang didapat oleh PT Bajaj Auto Indonesia kali ini bukan saja hanya menjadi rekor di Indonesia tapi kemungkinan juga akan menjadi rekor di dunia. “Kok cuma di Indonesia saja, saya yakin dengan hasil yang ada ini, Bajaj bisa tercatat juga dalam rekor dunia,” ujar Jaya Suprana pada kesempatan tersebut.

source : http://pulsarjogja.890m.com/wordpress/?p=110

03
Feb
09

POWER ROAD TO YOGYAKARTA

7knigth

Yogyakarta, kota seribu julukan, mulai dari kota gudeg, kota pelajar, sampai kota budaya. Kita masih ingat lantunan lagu dari Kla Project (Katon Bagaskara)…..kota yang menghadirkan senyum mu abadi…sangat menyentuh rasa, begitulah sepenggal kisah tentang Yogya….dan itu juga yang dialami oleh rombongan PULSAR OWNER INDONESIA.

Tak kurang 7 orang kesatria dikirim oleh Power Depok dalam event bersama Powerist Indonesia lainnya. Siapa lagi kalo bukan para TOURINGER’s sejati : Aldy, Budi, Boim, Hendra, Aan, Budi Winrack dan Jarni.

Event yang diikuti oleh region Jakarta Utara, Jakarta Barat, Bekasi dan Depok ini memulai startnya dari pusat kota Jakarta, apalagi kalau bukan Monas. Sementara itu, POWER Depok memulai Touringnya dengan berkumpul terlebih dahulu di

basecamp-nya, JAR Margonda. Tepat pukul 21.00 setelah melakukan briefing mereka bergerak ke Monas, di antar beberapa bro-lainnya yang absen dalam touring ini.

Di Monas sudah Nampak berkumpul Power Jakarta Utara selaku Host dalam event ini. Telah Nampak di sana Bro Yusuf, Jimy, Bagus, Deni, Rizki, Bro Yus, Tanto, Anton dan Ipung… beberapa koordinasipun dilakukan, dilanjutkan dengan perjalanan menuju tongkrongan Power Bekasi. Setiba di sana sekali lagi koordinasi dilakukan, dengan berdoa bersama, rombonganpun meluncur melintasi Pantura di bawah kendali bro Yusuf.

Istirahat pertama, rombongan bersandar di Pamanukan. Secangkir kopi hangat dan selonjoran kali nampaknya menjadi favorit para bikers, malam itu. Rombanongan melanjutkan perjalanan dipimpin oleh bro Budi dari Depok Sebagai FoRider. Kali ini pasukan berbelok memasuki jalur Brebes,

Wow.. banyak sekali tantangan di jalur ini. Mulai kondisi jalan yang rusak, sampai masalah motor. Sejenak kita singgah di Bajaj Purwokerto untuk check kondisi motor sekaligus silahturahmi dengan karyawan & staff di sana. 2 jam tak terasa singgah di sana (sekalian pamer pulsar … hehe3x )

Dari purwokerto perjalanan dilanjutkan menuju Yogyakarta, masih dipimpin bro budi, melintasi Gombong, Kebumen. Ups ! ternyata ada masalah lagi. Motor Papi (Bekasi) mengalami trouble, yang seharusnya kita menuju Magelang, akhirnya seluruh rombongan menyusul Mami Papi ke Yogyakarta. Wuih … ! benar-benar perjalanan yang fantastic sekaligus melelahkan, apalagi cuaca hujan, cape dechhhhhhh tapi seruuu…banget.

Kali ini rombongan dibagi menjadi 3, menuju arah yang berbeda. Power Utara ke Magelang, Power Bekasi menginap di hotel, Power Depok menikmati rumah Bule’ Ani saudaranya Bro Budi. Selesai mandi-mandi, Power Depok memutuskan melipir di wilayah Malioboro, sambil menkmati Gudeg Khas Jogja. Hmmm… uenak..tenan… setlah selesai keliling alun-alun, akhirnya tidur jadi pilihan tepat malam itu.

Lanjutkan membaca ‘POWER ROAD TO YOGYAKARTA’

02
Des
08

POWER DEPOK ROAD TO PANGANDARAN

Jalur selatan menjadi saksi kekompakan dan keakraban para bikers POWER Depok. Event menjelang akhir tahun ini boleh jadi sangat berkesan. Selain pemandangan jalur selatan yang menawan, pantai pangandaranpun cukup mempesona. Meski tak semua anggota turut serta, namun tak mengurangi kesolidan yang telah terjalin selama ini. Dalam event ini juga turut serta member baru yang kemudian berhak mendapat LTA POWER Indonesia. Semangat kebersamaan menjadi nuansa yang selalu diusung para bikers POWER Depok, sebagaimana slogannya Definitely Brotherhood. Sampai jumpa di event touring yang akan datang.

foto-foto terkait

19
Nop
08

CONGRATULATION

SELAMAT POWER JAMBI by you.