Touring Baturaden – Dieng

28 Apr

 

DIENG PLATEAU – Kecantikan Ajaib di Pulau Jawa, Indonesia

Dataran Tinggi Dieng (116 km barat laut Yogyakarta) memiliki alam yang cantik dengan banyak keanehan. Kunjungi Dieng Plateau dan temukan keajaiban alam di Pulau Jawa, Indonesia.

Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “di” yang berarti tempat, dan “hyang” yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata “edi” yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan “aeng” yang berarti aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.

 

Terletak pada ketinggian 2000 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini. Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan.

Cuaca dingin yang cukup ekstrim untuk sebuah wilayah yang terletak di daerah tropis telah memunculkan gaya hidup dan gaya berpakaian yang unik dari para penduduknya. Suhu udara pada siang hari berkisar antara 15-20 derajat celcius sementara pada malam hari berkisar antara 10 derajat celcius. Pada bulan Juli dan Agustus suhu bisa mencapai 0 derajat celcius pada siang hari dan -10 derajat celcius pada malam hari.

Sesungguhnya Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa. Datarannya terbentuk dari kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah ini terlihat jelas dari dataran yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan disekitarnya. Namun meskipun gunung api ini telah berabad-abad mati, beberapa kawah vulkanik masih aktif hingga sekarang. Di antaranya adalah Kawah Sikidang.

Keunikan proses terbentuknya menghasilkan bentang alam yang eksotik dan tidak ada duanya. Telaga Warna yang memantulkan warna hijau, biru dan ungu serta pesona keindahan matahari terbit dari puncak Gunung Sikunir adalah tempat-tempat yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Sebagai tanah yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa, aura mistis dan berbagai mitos masih dipercaya oleh warga asli Dieng. Salah satunya adalah fenomena anak gimbal. Entah mengapa banyak anak di wilayah ini tiba-tiba berubah menjadi berambut gimbal. Mereka yang awalnya lahir dalam keadaan normal seperti anak kebanyakan, mendadak terserang demam tinggi dan tumbuh rambut gimbal di kepalanya. Sebagian besar warga percaya bahwa anak gimbal adalah keturunan pepunden atau leluhur pendiri Dieng. Mereka ini kemudian harus dipotong rambut gimbalnya melalui sebuah prosesi ruwatan,  setelah permintaan si anak dipenuhi oleh orangtuanya. Bila orangtua gagal memenuhinya, maka rambut gimbal akan tumbuh lagi meski telah dipotong berkali-kali.

Itulah sepenggal sejarah tentang kecantikan Dieng…touring wisata yang awalnya hanya sampai Baturaden berubah tujuan hingga sampai dataran tinggi Dieng..informasi tentang keindahan, kecantikan dan kemegahan Dieng memang seperti apa yang dikatakan banyak orang yang sudah  pergi kesana..

Touring Wisata Power Depok (Baturaden – Dieng)

Awal perjalanan yang semula melewati jalur Pantura berubah, karena beberapa faktor yang sudah dipertimbangkan, akhirnya Tim memutuskan melewati jalur selatan dengan route depok – Tasik – Ciamis – Majenang – Purwokerto dan bermalam di Purbalingga di rumah Bro Tio.

Selepas adzan Isya sambil menikmati suasana kota purbalingga selepas diguyur hujan kita memutuskan untuk ke Obyek wisata Baturaden. Sekaligus untuk bertemu dan silahturahmi dengan BAWOR (Bajaj Purwokerto). Pertemuan yang tidak berlangsung lama tapi memberi kesan arti yang mendalam selepas Kopdar Bareng diBasecamp BAWOR menjelang tengah malam kami memutuskan pamit dan kembali ke penginapan untuk istirahat.

Menjelang jam setengah 9 pagi selepas sarapan khas purbalingga kita bersiap-siap untuk tujuan wisata lainnya yaitu Dataran Tinggi Dieng. Perjalanan menuju kesana kita banyak bertemu brother-brother lainya yang dengan route dan tujuan yang sama.

Ditengah perjalanan tidak lupa para punggawa Power Depok mencicipi dahsyatnya Es Durian.. yach bisa dibilang maknyusss…dech…

Memasuki kawasan dieng udara mulai terasa sejuk..sepanjang jalan selalu diselimuti kabut yang turun..trek mulai mendaki..tapi semangat juang untuk sampai kesana sangat tinggi.

Trek dan pemandangan keindahan alamnya ditambah dengan sejuknya alam membuat para punggawa rider POWER DEPOK melupakan rasa lelah perjalanan panjang dari Depok hingga Dieng..

Touring Wisata kali ini hmmm….bisa dikatakan lengkap dan menantang….jalan yang berliku, menanjak dan jalan menurun yang terjal yang hanya bebatuan saja sepanjang kurang lebih 4 km dapat kita temui disana..

Dan pada akhirnya setiap awal permulaan pasti ada akhirnya..kurang lebih jam setengah 3 sore kita memutuskan untuk kembali ke jakarta melalui daerah hutan lindung Batang

(hmm ada cerita yang menarik ketika kita masuk didaerah hutan lindung Batang..boleh percaya atau tidak, tapi ini nyata yang dialami dua orang personel power depok..tanpa sengaja dan sadar satu orang personel mengikuti RC hingga sampai keluar hutan lindung batang..dan tersadar ketika disusul dan dikagetkan ternyata dia berjalan sendirian hingga keluar hutan..dan yang dianggap RC tadi didepan ternyata bukan dan tidak ada siapa-siapa..untuk kasus yang satu personel, dia berhenti untuk menunggu rombongan dibelakang, ternyata tersadar hanya dia yang sendirian dibelakang..)

Memasuki kota Pemalang menjelang magrib, tim memutuskan untuk istirahat dan shalat. Dan melanjutkan perjalanan kurang lebih jam 9 malam sampai di Keraton Kasepuhan Cirebon kembali istirahat dan makan malam sambil menikmati suasana malam minggu di depan Keraton Kasepuhan Cirebon hingga jam 11 malam..

Akhirnya kami memutuskan berangkat walaupun diguyur hujan dan sampai didepok  menjelang pagi..

NB.

Keluarga Besar POWER DEPOK mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga besar BAWOR (Bajaj Purwokerto) atas jamuannya ketika kami berada disana..

Ucapan Terimakasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada Bro Tio yang telah menyiapkan segala keperluan kami selama di Purbalingga (Penginapan, Makan, dll)

Dan ucapan terima kasih untuk para personel POWER DEPOK yang ikut berpatisipasi dalam touring wisata Baturaden – Dieng ( 21 – 24 April 2011 )

Keep Brotherhood….Brother

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Yahoo BuzzAdd to Newsvine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: