Awas Phantom Predator ! Bajaj Pulsar 180DTSi

12 Sep

pulsar01-versi-india1.jpg

“The motorcycle has been christened ‘The Phantom’ by fans all over the internet.” (Maltesh Ashrit, The Phantom Freak, Mumbai)

Mungkin anda pernah disalip sebuah motor yang nyaris tanpa suara? Begitu berlalu, baru terdengar deru merdu ala moge 4 tak. Saya, mungkin juga anda, merasa hal yang sama ketika disalip sebuah Pulsar. Anda akan mengalami dua dua sensasi rasa: kaget bercampur rasa ingin tahu!

Itulah nuansa yang ditebarkan Bajaj Pulsar dalam jagat motor sport tanah air belakangan ini. Setelah resmi launching akhir tahun lalu, tak berhitung lagi banyaknya media cetak yang memuat iklan The Phanthom Pulsar 180DTSi. Semua mengusung tema yang sama: bayang-bayang sang pemburu alias pemburu yang akan membayangi hingga anda terpojok. Lantas, teknologi dan performa apa yang ditawarkan merek ini sehingga begitu berani hadir dengan tema predator pemburu yang agresif?

Terobosan ataukah Jebakan Teknologi?

Ternyata bukan isapan jempol. Pulsar menawarkan teknologi yang jauh lebih maju daripada banyak motor sport di jajaran 4 tak yang lebih laris dan punya nama beken. Melebihi Thunder 250, Tiger Revo-200, dan Scorpio 225 di kelas “berat” hingga Mega Pro dan Thunder 125 di kelas “ringan” pada segmen yang kurang lebih sama. Meskipun belum lagi menganut sistem DOHC (katup ganda), namun anda akan terkesima oleh sejumlah tawaran teknologi baru yang ditawarkan.

Sebut saja penggunaan teknologi DTS-i (Digital Twin Spark Plug Ignition). Teknologi ini sama dengan yang ditanamkan pada sedan The New Honda City yang dikenal sangat irit bahan bakar. Wow! Wajar saja sebab penggunaan busi ganda akan meningkatkan efisensi penggunaan bahan bakar dengan terjadinya pembakaran secara lebih sempurna. Apalagi DTSi tersebut ditunjang dengan modul Trics III (Third Generation Throttle Responsive Ignition System) pada karbu yang anda boleh sebut sebagai prosesor atau otak pembakaran bersama-sama dengan CDI digital 8 bit. Jadi anda akan merasakan sensasi throttle body yang ikut mengatur bukaan grip gas yang pada gilirannya akan mengatur konsumsi bahan bakar sesuai tingkat putaran mesin. Dengan tenaga maksimum 16,5 PK pada 8.000 rpm dengan 5 tingkat kecepatan, anda boleh menghitung sendiri rasio perbandingannya dengan bobotnya yang mencapai 140kg.

Namun anda jangan buru-buru gembira. Kecanggihan yang ditawarkan justru bisa jadi bumerang. Antara lain jika anda penggemar kecepatan (speed goers). Pasti tidak gampang mengorek mesin dan pengapian yang standar tersebut. Teknologi DTSi, Trics III, hingga CDI digital 8 bit, justru merupakan alat efisiensi, dan bukan booster kecepatan. Apalagi bukan perkara sederhana men-tune up motor dengan teknologi canggih. Analoginya, jika anda ingin kecepatan lebih, mengapa memilih The New Honda City tipe V-Tech dan bukannya tipe DTSi?

Jika demikian, apakah berarti teknologi Pulsar membuatnya loyo? Mungkin tidak. Fakta pengujian di berbagai tempat membuktikan bahwa, meskipun pihak Bajaj hanya mengklaim kecepatan maksimal mentok di angka 125km/jam, namun kecepatan aktualnya tembus kisaran angka 140km/jam. Teknologi yang meningkatkan efisensi tersebut sejak awal dirancang bersama-sama dengan potensi kecepatan yang luar biasa. Apalagi dilengkapi knalpot yang dirancang khusus dengan sebuah chamber. Knalpot yang disebut Exhaust TEC ini diklaim mirip dengan kinerja teknologi turbo, yakni dengan memanfaatkan sisa campuran bahan bakar untuk dibakar kembali demi meningkatkan tenaga. Jadi tanpa harus susah payah mengilik dan meremapping berbagai perangkat elektroniknya, Pulsar sudah mumpuni diajak speeding.

Banyak kalangan yang mensinyalir bahwa pendekatan Bajaj Pulsar terhadap pengukuran kecepatan memang berbeda dengan motor-motor sejenis dari Jepang. Jika motor-motor Jepang senang me-mark up indikator speedometer dengan menaikkan kecepatan 10-20km lebih tinggi dari yang sebenarnya, maka pihak Bajaj justru sebaliknya. Diperkirakan Pulsar menurunkan ukuran speedometer lebih lambat 10-20km/jam. Tak banyak yang kita tahu mengapa demikian, namun bisa jadi memang dimaksudkan untuk meraih sensasi kecepatan seperti disebukan pada awal tulisan ini. Sebab dengan indikasi kecepatan yang rendah pada panel speedometer, anda akan menggeber motor dengan kencang dan lebih kencang lagi. Tanpa terasa, sang pemburu telah menerkam sasaran.

Sosok Predator Pemburu

Jati diri sang pemburu dapat anda saksikan pada keseluruhan bodywork motor ini. Nyaris tidak ada motor yang seagresif Pulsar sejak RX King muncul lebih dari 30 tahun lalu. Mari kita perhatikan keseluruhan tampilan yang bernuansa predator (pemangsa), sekaligus sejumlah detil yang membangunnya.

Motor petarung sejati pertama-tama terlihat dari lampunya. Dengan tudung lengkap pada headlamp, nuansa fighter sejati akan terbayang. Bagaimana perasaan anda kala dikuntit sebuah Pulsar? Coba lirik spion anda. Tentu anda tak akan merasakan kengerian serupa jika hanya melihat lampu bulat dari sebuah Thunder, Tiger, ataupun Scorpio, bukan?

Lalu di balik tudung itu terdapat panel speedometer yang wah. Indikator speedometer dan takometer dapat dengan mudah anda baca (Bahkan pada edisi terbaru, speedometernya mengkombinasikan indikator digital dan analog). Sisanya, kelengkapan indikator safety. Ada semacam warning yang berfungsi mengingatkan apakah standar motor anda sudah dilipat atau belum.

Bagaimana dengan sektor body? Rupanya merek motor India ini tidak mudah ikut-ikutan dengan gaya motor Jepang yang semakin bernuansa airobonet. Sosok Pulsar justru dibuat cenderung eksplosif. Dengan tangki yang lumayan gambot dan berkontur tegas, maka tampaklah sosok alien yang kental. Tangki ini simetris dengan tudung lampu yang akan mengingatkan anda pada sosok Predator dalam film Arnold Schwarzenegger dengan judul yang sama.

Bagaimana pula tongkrongan bodi belakang dan samping? Bodi samping sengaja dibiarkan terpisah pada bagian sobreker. Itu artinya nuansa cruiser tetap dipertahankan, sekaligus menunjukkan otot fighter tanpa malu-malu. Lalu buntut melancip dilengkapi dengan lampu rem dobel diamond-cut ala moge. Sangar namun mewah!

Kaki-Kaki Tanpa Kompromi

Rasanya kurang afdal jika kita tidak mengulas sedikit sektor kaki-kaki. Meskipun sok depan masih menyandang model telekopik, namun Pulsar menawarkan desain yang lumayan kreatif. Sok depan diberi penahan lumpur sehingga terkesan berotot. Apalagi pada as bagian atas diberi sentuhan modifikasi dan kelir hitam yang serasi.

Sektor kaki-kaki belakang tak kalah gilanya. Swing arm berkelir hitam dibekali suspensi yang telah mengadopsi gas nitrogen. Sangat berbeda dengan model sok tabung yang banyak beredar yang justru hanya berfungsi variasi.

Last but not least, tanpa ragu Pulsar dibekali velg racing palang 6 yang menurut banyak kalangan sedikit lebih lebar dan lebih manis dari lazimnya velg motor laki. Ukuran lingkar velg depan-belakang 17 inchinya pun boleh dibilang sangat sporty karena merupakan ukuran “resmi” velg motor sport dewasa ini. Velg tersebut bukan pula barang abal-abal. Bajaj menggamit merek Enkei yang kondang dengan kekuatan dan kualitasnya. Apalagi dibekali spakboar dan vender ala moge, maka siapa yang tak kepincut?

Dengan segala kelebihan di atas, anda patut tercengang pada harganya yang sangat bersahabat dengan kantong. Cukup sediakan hepeng Rp 16,5 juta untuk Pulsar 180 CW OTR Jakarta (atau Rp 15 juta untuk Pulsar 180 STD), anda bisa bawa pulang satu unit Pulsar 180 DTSi yang bukan saja sarat teknologi, namun juga lahir sebagai petarung jalanan yang menggetarkan!

Meski demikian, bagi saya pribadi, masih tersisa sedikit ganjalan. Mengapa hanya 180cc, dan bukan Pulsar DTSi 200cc dan 220cc yang sekarang sudah dilansir di negara mbahnya sana? Mungkin model cicil-menyicil ini salah satu strategi dagang ala Bollywood. Bukan mustahil begitu versi 180DTSi tersebut sukses membius para biker tanah air, maka dosis serangannya pun akan ditambah dengan versi yang lebih “berat”. Dan sang waktulah yang akan menjawabnya.

PS. Tulisan ini dibuat karena banyaknya permintaan para brothers pembaca. Jadi, harap maklum jika agak terlambat. Bagi yang ingin Gambar dan Spesifikasi lengkap, silahkan klik sesuai petunjuk dari bro Bahlul (kaskuser).

Spesifikasi Teknis

  • Tipe mesin: 4-tak, 1 silinder, Air cooled, SOHCpulsar180dtsi.jpg
  • Kapasitas mesin: 178,6 cc
  • Tenaga maksimum: 16,5 dk @ 8000 rpm (Klaim pabrikan Bajaj)
  • Torsi maksimum: 15,22 Nm @ 6000 rpm (Klaim pabrikan Bajaj)
  • Kecepatan maksimum: 125 km/jam (Klaim pabrikan Bajaj)
  • Transmisi: 5-Speed ke arah depan
  • Suspensi depan: Teleskopik
  • Suspensi belakang: NitroX shock absorbers
  • Rem depan: Cakram 240 mm
  • Rem belakang: Tromol
  • Pelek: Alloy wheels 17 inci
  • Ban depan: 2,75-R17
  • Ban belakang: 100/90-R17
  • Wheelbase: 1.330 mm
  • Berat kosong: 140 kg

source info : kafemotor.wordpress.com

One Response to “Awas Phantom Predator ! Bajaj Pulsar 180DTSi”

  1. surya #28 14 September 2008 at 1:21 pm #

    Jika anda berminat dengan product bajaj, mulai dari XCD 125 DTS-Si, PULSAR 180 & 200 DTS-i
    anda dapat menghubungi saya di NO TLP 0856-9572-3285 atau 021-917-222-05, SURYA LEKSMANA ( TEAM MARKETING JAR DEPOK ) Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: